Pengalaman pada cinta pertama

Sesuatu yang tak pernah orang lupakan adalah saat mereka sedang jatuh cinta,karena pada saat kita sedang jatuh cinta dunia ini terasa lebih indah dan seakan akan mau terbang keangkasa.Apalagi yang dinamakan cinta pada pandangan yang pertama,aat pertama kita melihat orang yang kita sukai atau menjadi pujaan hati,mungkin jantung berdebar-debar tidak menentu dan berdebar-debar mau copot apalagi kalau si dia memandan kita dengan kilauan matanya atau meratapi kit dengan senyuman.

Aku jadi teringat pada kisah aku saat aku jatuh cinta dan yang membuat hal itu tak terlupakan sampai saat ini.

berawal dari aku coba mencari kenalan di mal tapi malah yang aku temukan seseorang yang sudah mempunyai pacar tapi aku tidak tinggal,diam untuk mendekatinya dan ternyata benaran ‘si dia sudah punya pacar ‘bahkan sudah tunangan.”tapi entah kenapa aku dikenalkan dengan adiknya yang aku juga langsug sret dan bergetar,”pada awalnya sih aku tidak berani mendekatinya setelah beberapa lama aku jadi tahu sifatnya dan kebetulan si dia memang lagi jomblo,”wah kesempatan itu tidak aku sia-siakan lalu aku mencoba untuk memberanikan diri dan terjadi falling in love dan ternyata si dia juga ada hati dengan aku,tidak bertemu dengan si dia 1″ hari ibarat bertahun-tahun” dan si dia juga sama.pada minggu pertama aku datang keruimah si dia dia sangat menggoda hati apalagi parasnya yang sangat ke Asian wah aku pandang si dia dari rambutnya ,matanya bibirnya hingga ke ujung kaki bagi ku dia wanita yang cantik saat itu,dan begitu selanjutnay tapi entah kenapa lama-kelaman aku merasa tidak nyaman dengan si dia karena beda pemahaman dan gaya hidup”wah aku berpikir si dia orang berada man mungkin ia suka jalan dengan orang yang tak punya uang tapi aku beranggapan salah dan itu yang aku tiba -tiba aku break love dan baru tahu namanya cinta.

cinta itu kadang menyenangkan dan kadang-kadang menyakitkan.

tapi cinta itu ingin memberi tanpa harus menerima jiak kamu sayang dengan seseorang sayangilah dia dengsan sepenuh hatimu dan jangan kau sia-siakan cintanya.

by anton tanjung saleh
Iklan

Pengalaman

Saya berasal dari salah satu kecamatan sui kakap dan kabupaten Kubu Raya yang sebelumnya kabupaten Pontianak.saya merupakan anak yang pertama kali yang melanjutkan tingkat smp hingga sekarang kuliah,banyak diantara keluargaku tidak mendukung untuk kuliah karena faktor keuangan dan lain-lain tapi saya tidak tinggal diam.Dengan tekat yang kuat saya memberanikan diri untuk melanjutkan kuliah,setapak demi setapak saya lewati dari smp saya harus bersusah payah saya harus memaksakan diri untuk terus sekolah walaupun tidak ada biaya dan saya selalu ingat dengan sebuah pepatah
berakit rakit dahulu
berenang renang ketepian
bersakit sakit dahulu
bersenang senang kemudian
Aku beranggapan orang berhasil berawal dari susah tidak mungkin ia langsung senang,dengan membaca bismillah saya berangkat dari daerah ku yaitu desa Tanjung Saleh dan itu yang selalu aku ingat sebelum berangkat dan sampai kekota Pontianak.Tempat yang mula saya Tinggal bersama Teman satu daerah ku Yaitu Desa Teluk Pakedai dan saya tidak terlalu merasa minder yang pada awalnya aku merasa minder seakali dikelas karena pada awal saya masuk guru meminta saya untuk memperkenalkan diri dan saya merasa ragu untuk melakukan hal yang tak pernah aku alami waktu didesa,teman-teman satu kelas aku mengejekku hingga akhirnya aku memilih menyendiri dikelas dan tak mau kemana.lalu lama kelamaan tepat nya waktu aku naik kelas III Mts/smp saya merasa tidak minder lagi karena nilai yang aku dapat dari kelas I hingga kelas III Paling tinggi dan selalu mendapat juara I peringkat I dan menjadi juara umum di Mts Baiturrahmah dan dengan mudah nya aku masuk ke MAN 2 Pontianak.

Selama di MAN 2 Pontianak aku banyak belajar mengenai hidup dan belajar banyak agama.Bagi aku ini hal yang terberat yang aku alami yaitu aku tak punya tempat tinggal dan kurangnya biaya untuk membeli buku-buku hingga aku harus bersaing didalam kelas untuk mendapatkan nilai yang tinggi tapi kurang berhasil aku hanya mampu masuk 10 besar saja dikelas dan itupun aku sangat bersyukur sekali nilai tersebut merupakan jerih payah aku sendiri.Dengan mengucapkan Alhamdulillah dan sujud Syukur aku lulus murni dengan nilai Lumayan tinggi dan aku lulus serta aku juga mendapatkan PMDK penjaskes dan itupun juga Lulus karena faktor biaya PMDK tersebut tidak aku ambil hingga akhirnya aku pulang ke desa dengan perasaan lemah dan tidak berdaya tapi hal itu tidak mematahkan semangat aku untuk bangkit.

Pendidikan Olahraga di Kalimantan Barat

Olahraga ada hal yang paling pokok dan mendasar dalam kehidupan kita dan tidak terlepas dari yang namanya olahraga karena olahraga sangat penting bagi pertumbuhan anggota fisik seseorang baik dimanapun kita berada,untuk di Kalimantan Barat olahraga mulai dalam perintisan,apalgi dengan didirikannya sebuah perguruan tinggi yang bernama STKIP PGRI Pontianak,pendidikan yang paling Dominan di perguruan tinggi STKIP PGRI adalah jurusan PENJASKES(Pendidikan jasmani dan kesehatan )disamping banyak diminati oleh anak yang berasal dari daerah Kalimantan Barat dan juga Kampus yang akan dibangun adalah sebagian besar untuk jurusan PENJASKES.Olahraga yang diberikan tidak begitu banyak karena faktor kurangnya perhatian Pemerintah terhadap olahraga,kurangnya biaya,dan minat dari masyarakat.Pendidikan yang diberikan untuk ditingkat smp dan sma dalah bentuk pendidikan dasar saja untuk tingkat keahlian tidak jarang disekolah atau kampus mengambil atlet diluar Kalimantan Barat dan sebagian Atlet yang berasal dari Kalimantan Barat.

Pendidikan di Kalimantan Barat

Pendidikan di Kalimantan Barat mulai diraskan sebagian kalangan,baik dari kalngan ekonomi tinggi maupun ekonomi rendah.Pendidikan di Kalimantan Barat seperti di Kota Pontianak masih kurang baik dari segi kualitas maupun kuantitasnya,dari kualitas dapat dilihat seperti sarjan yang dihasilkan banyak yang tidak bisa apa-apa dan untuk peluang masuk kerja sangat sulit sekali karena hasil IP atau IPK sangat rendah dan prakteknya kurang sekali,banyak diantara tamatan s1 tidak bisa berbuat banyak karena ijazah atau surat keterangan yang lain tidak memuaskan ditempat mereka yang akan bekerja disana atau tempat yang akan dilamarnya.kuantitasnya dapat kita lihat dari segi yang masuk ke perguruan tinggi atau ke Universitas itu sedikit sekali dari data penduduk yang ada di Kalimantan Barat.Kebanyakan diantara mereka memilih langsung untuk bekerja dan sesuatu yang dapat dan mendatangkan uang saja tanpa harus memikirkan pendidikan yang tinggi,karena sebagian penduduk atau masyarakat beranggapan sekolah atau tidak sama saja dengan tidak sekolah dan intinya sekolah adalah tempat mencari uang saja,ini berdasarkan survei dari beberapa masyarakat Kalimantan Barat mengenai Pendidikan.