PENGANTAR UMUM STKIP PGRI PONTIANAK

BAB I

PENDAHULUAN

A. PENGANTAR UMUM

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 tahun 2003 tentang sisitem Pendidikan Nasional dan peraturan Pemerintah (PP) Nomor 60 tahun 1999 tentang Pendidikan Tinggi,disebutkan bahwa sekolah tinggi merupakan salah satu jenis Satuan Pendidikan diantara beberapa jenis satuan pendidikan pada jenjang pendidikan tinggi,yang menyelenggarakan pendidikan akademik atau profesional dalam satu disiplin ilmu tertentu. Sehubungan dengan hal diatas, Sekolah tinggi keguruan dan ilmu pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia(STKIP-PGRI) Pontianak merupakan satuan pendidikan yang menmyelenggarakan pendidikan akademik/ profesional dalam disiplin ilmu pendidikan . Produk akhirnya berupa tenaga pendidik (guru) untuk pendidikan pra sekolah, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah, serta tenaga kependidiakn lainnya. Oleh karena itu, maka STKIP-PGRI Pontianak disebut pula lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK).
Adapun tujuan pendidikan tinggi sebgaiman dimaksudkan diatas, secara umum dapat dapat dikemukakan sebagai berikut :
1. Menyiapkan peserta didik menjadi anggota masyarakat yang memiliki kemampuan akademik atau profesional yang dapat menerapkan, mengembangkan atau menciptakan ilmu pengetahuan, teknologi maupun kesenian.
2. Mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan,teknologi dan/ atau kesenian serta mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat, dan memperkaya kebudayaan nasional.

B. Visi dan Misi

1. Visi
Terwujudnya lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) yang berkualitas sebagai pusat penyiapan tenaga Guru yang cerdas komprehensif dan Kompetitif.
2. Misi
a. Peningkatan dan perluasan akses
b. Peningkatan mutu,Relevansi dan daya saing ;
c. Peningkatan tata kelola dan Akuntabilitas Kelembagaan.

C. Tujuan Pendidikan di STKIP-PGRI Pontianak

Berdasarkan statuta sekolah Tinggi Keguraun dan Ilmu pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia (STKIP-PGRI) Pontianak yang ditetapkan tanggal 3 Februari 2007, maka STKIP-PGRI Pontianak menggunakan kurikulum pendidikan berdasarkan SK Mendiknas Nomor : 232/U/2000, tentang pedoman penyusunan Kurikulum Pendidikan dan Penilaian Studi Mahasiswa dan SK Mendiknas Nomor : 045 /U/2002 tentang Kurikulum inti perguruan tinggi, bahwa tujuan pendidikan yang ingin dicapai oleh satuan pendidikan ini adalah :
1. Tujuan Umum STKIP PGRI Pontianak adalah membentuk manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Ynag Maha Esa, berkepribadian utuh,yang merupakan paduan antara kemapuan profesional dan penalaran yang tinggi, serta memiliki sikap pengabdian kepada masyarakat, bangsa dan negara.
2. Tujuan Khusus STKIP- PGRI Pontianak adalah: mengahsilkan lulusan sebagai ilmuan dibidang kependidikannya masing-masing, yang memiliki ciri sebagai berikut
a. Beriman dan bertagwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
b. Berperan dalam masyarakat sebgai warga negara Indonesia yang Pancasila
d. Memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai untuk mendukung tugas-tugas profesional seorang guru dan tenaga kependidikan lainnya .
e. Memiliki kemampuan memanfaatkan kemajuan serta melakukan pembaharuan dibidang ilmu dan teknologi yang menunjang tugas-tugas profesionalnya sebagai guru dan tenaga kependidikan umumnya.

by anton _ borneo

Iklan

SEJARAH SINGKAT DAN STATUS STKIP-PGRI PONTIANAK


Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia (STKIP-PGRI) Pontianak didirikan pada tanggal 25 Juli 1981 oleh pengurus Daerah PGRI Kalimantan Barat dalam rangka meningkatkan kesejahteraan guru sebagai anggota PGRI sekaligus dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan. Berdasarkan kesepakatan, dati pengurus Daerah PGRI Kalimantan Barat mengutuskan Tiga orang,yakni Drs. Hadari Nawawi (Prof. Dr. H. Hadari Nawawi), selaku ketua PD PGRI, Drs. R. Daliman, selaku wakil ketua PD PGRI, dan Drs. Herculanus Aten, selaku sekretaris bidang pendidikan Tinggi PD PGRI menghadap koordiantor Kopertis Wilayah II Palembang yang pada saat itu untuk membicarakan tentang akan diselenggarakan Pendidikan Tinggi yang bernaung dibawah payung PD PGRI Kalimantan Barat.
Hasil Pembicaraan dengan pihak Kopertis disetujui untuk didirikan Perguruan Tinggi nama Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia (STKIP-PGRI) Pontianak. Pada mulanya STKIP-PGRI Pontianak menyelenggarakan program sarjana muda (Bachelor of Art).
Ketua pertama STKIP-PGRI Pontianak adalah Drs.Hadari Nawawi (Prof. Dr. H.Hadari Nawawi) sebagai ketua koordinator, Drs Bawadli Abdullah (Almarhum) sebagai pembantu ketua I, Drs. Syarif Adwan Rosihan sebagai pembantu Ketua II, dan Drs. U. Husna Asmara sebagai pembantu Ketua III, (Prof. Dr. H. U. Husna Asmara, M.pd ).
Sedangakan pimpinan untuk tingkat progarm studi sekaligus merangkap ketua program studi adalh sebagi berikut :
1. Jurusan Ilmu Pendidikan Program Studi Administarsi dan SupervisiPendidikan oleh Dra. Sutini Ibrahim (Prof. Dr. Hj. Sutini Ibrahim).
2. Jurusan Ilmu Pendidikan Program studi Bimbingan dan Penyuluhan (Bimbingan dan Konseling) oleh Dra.Hj. Makmur Salimi (almarhum).
3. Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial Program Studi Pendidikan Moral Pancasila( Pancasila dankewarganegaraan) oleh H. Bal”am Alwi SH (ALmarhum).
4. Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Program Studi Pendidikan Matematika oleh Drs. R.Daliman, B.A.(Almarhum).
Mengingat berdirinya PTS harus dinaungi sebuah yayasan, maka dibentuklah Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan Persatuan Guru Republik Indonesia (YPLP-PGRI) yang diketuai oleh H.M.Ali As,SH, bersama para pengurusnya yang diangkat oleh Pengurus Daerah Tingkat I PGRI KalimantanBarat pada tanggal 17 Maret 1982, dengan izin operasional dari Kopertis Wilayah II Palembang tanggal 23 Oktober 1981 Nomor : 16/a Tahun 1981.
Pendirian STKIP-PGRI Pontianak tersebut adalah sebagai realisasi Keputusan Konferensi Daerah PGRI Kalimantan Barat XVIII tahun 1980di Pontianak, sebagai usaha untuk mewujudkan amanatyang tertuang didalam Anggaran Dasar PGRI Bab III pasal 3 tentang tujuan, sebagai berikut :
a. Mencapai realisasi cita-cita Prokalamasi Kemerdekaan Negara Republik Indonesia 17 Agustus 1945, sebagaimana terkandung dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945;
b. Turut mensukseskan pembangunan nasional, khususnya dalam bidang pendidikan dan kebudayaan yang menjadi garis kebijaksanaan pemerintah ; dan
c. Mempertinggi kesadaran ,sikap,mutu,dan kegiatan profesi guru serta realisasinya.
Berkat kesadaran yang tinggi dari tokoh-tokoh pendidik, terutama para dosen Universitas Tanjungpura Pontianak serta tokoh-tokoh masyarakat dan Pemerintah Daerah akan hari depan daerah yang memerlukan banyak kader-kader pembangunan daerah, utamanya disektor pendidikan, serta bantuan dan dukungan dari seluruh anggota PGRI,maka eksistensi STKIP-PGRI Pontianak sampai saat ini terpelihara denagn baik.
Pada mulanya,perkuliahan dilakukan digedung Sekolah Pendidikan Guru (SPG) Negeri Pontianak (sekarang SMA N 1 Pontianak) jalan Ekonomi 71 dan SPG-PGRI (sekarang SMK -PGRI) yang terletak di jalan Alianyang Pontianak Kota.Sejak tahun 1990 STKIP_PGRI Pontianak menyelenggarakan perkuliahan digedung sendiri yang terletak dijalan Prof Dr. M.Yamin/jl. Ilham Kota Baru /jl. Danau Sentarum Pontianak Kota. Saat ini gedung perkuliahan yang tersedia 40 ruang, dan masing-masing program studi memiliki laboratorium.
Denagn diberlakukannya Sistem Kredit Semester(sks) untuk seluruh perguruan tinggi di Indonesia pada tahun 1985,maka STKIP-PGRI Pontianak tidak lagi menyelenggarakan Program Sarjana Muda,tetapi menyelenggarakan Program Sarjana (S-1) berdasrkan surat keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor : 0121/0/1985, tanggal 11 Maret 1985, yang diperbaharui dengan Surat keputusan Direktur Jendral Pendidikan Tinggi Nomor : 507/DIKTI/Kep/1992tanggla 16 November 1922.

pedoman operasional thn 2008/2009

TRI DHARMA PERGURUAN TINGGI

Hakikat pembangunan nasional adalah pembangunan manusia Indonesia seutuhnya dan pembangunan masyarakat indonesia. Dengan memperhatikan perkembangan dunia yang begitu pesat, maka pembentukan masyarakat Indonesia yang modernmenjadi tujuan utama dari pembangunan nasional Indonesia. Pembangunan masyarakat modern ini akan menyangkut perubahan-perubahan nilai-nilai Pancasila.
Manusia modern tersebut mempunyai ciri-ciri antara lain : lebih mudah meneriam dan menyesuaikan diri kepada perubahan-perubahan, lebih ahli dalam menyatakn pendapatnya, memiliki rasa tanggungb jawab, lebih berorientasi kemasa depan, lebih mepunyai kesadaran mengenai waktu,orgaiusasi, teknologi, dan ilmun pengetahuan.
Dalam kaitan pembentukan manusia modern itulah kita melihat betapa pentingnya peranan perguruan tinggi sebagai jenjang tertinggi dalam system pendidikan formal dinegara kita yang hendaknya dapat mengahsilkan tenag-tenaga ahli dan dapat pula mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi.
sebagi lembaga yang melaksanakan pendidikan tinggi,STKIP PGRI Pontianak mempunyai tiga fungsi utama yaitu :
1. pendidikan dan pengajaran
2. penelitian dan pengembangan
3. Pengabdian pada masyarakat
Ketiga fungsi tersebut lebih dikenal sebagi TRI DARMA PERGURUAN TINGGI yang harus dikembangkan secara simultan dan bersama-sama.
Penelitian harus menjunjung tinggi kedua dharma yang lain. Penelitian diperlukan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan penerapan teknologi. Untuk dapat melakukan penelitian diperlukan adanya tenaga-tenaga ahli yang diasilkan melalui proses pendidikan. Ilmu pengetahuan yang dikembangkan sebagi hasil pendidikan dan penelitian itu hendaknya diterapkan melalui Pengabdian pada masyarakat sehingga masyarakat dapat memanfaatkan dan menikmati kemajuan-kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut.
Dengan memperhatikan uraian diatas , semakin jelaslah hubungan antara tri dharma tersebut.Tri Dharma Perguruan Tinggi ini sebenarnya menerapkan fungi perguruan tinggi yang Universal. Artinya bukan hanya di Indonesia saja. Tri Dharma perguurn tinggi juga terdapat di negara maju lainnya. Hanya saja dalm hal ini di Indonesia dinyatakn secar eksplisit,sehingga setiap warga negara khususnya warga perguruan tinggi akan senantiasa sadar akan tugasnya. Dengan demikian dalm menjalankan kegiatannya tidak menyimpang dari tugas yangf telah ditetapkan seperti tersebut diatas.
Agar dapt lebih mengahayati makna dari perguruan tinggi, marilah kita tinjau ketiga dharma itu secara lebih mendalam.
1. Pendidikan dan Pengajaran
Pengertian pendidikan dan pengajaran disini adalah dalam rangka menerusakan pengetahuan atau dengan kata lain dalam rangka transfer of knowledge ilmu pengetahuan yang telah dikembangkan melaui penelitian oleh mahasiswa di pergurun tinggi.Dalam pendidikan tinggi dinegara kita dikenal dengan istialh strata, mulai dari strata satu(S-1) yaitu merupakan pendidikan program sarjana,strata dua(S-2) merupakan program magisterdan strata tiga (S-3) yaitu pendidikan doktor dalam sutau disiplin ilmu,serta pendidikan jalur vokasional/non gelar(diploma).

2. Penelitian dan pengembangan
Kegiatan penelitain dan pengembangan mempunyai peranan yang sangat penting dalam rangka kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Tnapa penelitain,maka pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi akan menjadi terhambat. Penelitian ini tidaklah berdiri sendiri, akan tetapi harus dilihat keterkaitannya dalam pembangunan dalam arti luas.artinya penelitain tidak semata-mata hanya untuk hal yang diperlukan atau langsung dapat digunakan oleh masyarakat pada saat itu saja,akan tetapi harus dilihat dengan proyeksi kemasa depan. Dengasn kata lain penelitian dipergurun tinggi tidak hanya diarahkan untuk penelitian terapan saja,tetapi juga sekaligus melaksanakn penelitian ilmu-ilmu dasar yang manfaatnya baru terasa penting artinya jauh dimasa yang akan datang.
3. Pengabdian pada masyarakat
Dharma pengabdian pada masyarakat harus diartiakan dalam rangka penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah dikembangkan di perguruan tinggi, khususnya sebagi hasil dari berbagai penelitian.Pengabdian pada masyarakat merupakan serangkaian aktivitas dalam rangka kontribusi perguruan tinggi terhadap masyarakat yang bersiafat kongkrit dan langsung dirasakn manfaatnya dalam waktu yang relatif pendek. Aktivitas ini dapat dilakukan atas inisiatif individu atau kelompok anggota sivitas akademika perguruan tinggi terhadap masyarakat maupun terhadap inisiatif perguruan tinggi yang bersangkutan yang bersifat nonprofit(Tidak mencari keuntungan). Dengan aktivitas ini diharapkan adanya umpan balik dari masyarakat ke perguruan tinggi,yang selanjutnya dapat digunakn sebagai bahan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi lebih lanjut.

pedoman operasional thn Akademik 08/09

HYMNE STKIP PGRI PONTIANAK

KAMI SELALU BERSAMA DAN TEGUH BERSATU RELA
MENGORBANKAN DIRI
UNTUK IBU PERTIWI
BERSUMPAH DENGANSETIA MEMBANGUN INDONESIA
STKIP PGRI BERSEDIA MENGABDI
DENGAN NIAT SUCI SERTA IHLAS DALAM BAKTI
KAMI SELURUH WARGA SELALU SEDIA BERKORBAN
JIWA DAN RAGA DEMI NUSA DAN BANGSA

OLEH SUPARDI,BA

HYMNE GURU

1.membimbimg dan mendidik 2.mengajarkan

3.kerelaan berbagi

HYMNE GURU

TERPUJILAH WAHAI ENGKAU IBU BAPAK GURU
NAMAMU AKAN SELALU HIDUP
DALAM SANUBARIKU
SEMUA BAKTIMU AKAN KU UKIR
DI DALAM HATIKU
S’BAGI PARASASTI TRIMA KASIHKU
N’TUK PENGABDIANMU
ENGKAU BAGAI PELITA DALAM KEGELAPAN
ENGKAU LAKSANA EMBUN
DALAM KEHAUSAN
ENGGKAU PATRIOTPAHLAWAN BANGSA
TANPA TANDA JASA

oleh :Sartono

MARS PGRI


MARS PGRI

PGRI ABADI TETAP MEMPERSATUKAN DIRI
DENGAN NAMA NAN JAYA
NAN SENTAUSA SEMASA
LAHIR NEGARA KITA

PGRI ABADI BERNAUNG DIBAWAH SANG PANJI
SINAR SURYA NAN JAYA
MERATA KEPADA ANGGOTA BERSAMA
WAHAI KAUM GURU SEMUA

BANGUNKAN RAKYAT DARI GULITA
KITA LAH PENYULUH BANGSA
PEMBIMBING MELANGKAH KEMUKA

INSAFLAH KEWAJIBAN KITA
MENDIDIK MENGAJAR PARA PUTRA
KITALAH PEMBANGUN JIWA
PENCIPTA KEKUATAN NEGARA

OLEH : HENDRA PRANOTO

PERSATUAN GURU REPUBLIK INDONESIA

A. Ikrar guru republik Indonesia
1. Kami guru Indonesia adalah insan pendidik bangsa yang beriman dan bertagwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
2. Kami guru Indonesia adalah pengemban dan pelaksan cita-cita proklamasi kemerdekaan Ri pembela serat pengamalm Pancasila yang setia pada UUD 1945
3. Kami guru indonesia adalah bertekad bulat mewujudkan tujuan nasional dalam mencerdaskan kehidupan bangsa
4. Kami guru Indonesia bersatu dalam wadah organisasi perjuangan PGRI membina persatuan dan kesatuan bangsa yang berwatak kekeluargaan
5. Kami guru Indonesia menjunjung tinggi kode etik guru Indonesia sebagai pedoman tingkah laku profesi dalam pengabdian terhadap bangsa negara serta kemanusiaan

B. VISI PGRI
” PGRI organisasi yang dinamis,mandiri, berwibawa, dicintai anggota, disegani mitra dan diteriam keberadaanya dimasyarakat

C. MISI PGRI
1. Tujuan Nasional
2. Pembangunan nasional
3. Pendidikan Nasional
4. Profesional
5. Kesejahteraan

D. JATI DIRI PGRI
1. organisasi perjuangan
2. Organisasi Profesi
3.Organisasi ketenagakerjaan

E. SIFAT PGRI
1. unitaristik
2.Independent
3. Nonpartisan

KODE ETIK GURU INDONESIA
1. Guru berbakti mebimbing peserta didik untuk membentuk manusia Indonesia seutuhnya yang berjiwa Pancasila
2. Guru memiliki dan melaksanakan kejujuran profesional
3. Guru berusaha memperoleh informasi tentang peserta didik sebagai bahan untuk melakukan bimbingan dan pembinaan
4. Guru menciptakan suasana sekolah yang sebaik-baiknya dalam menunjang berhasilnya proses belajar mengajar
5. Guru memelihara hubungan baik dengan orang tua murid dan masyarakat sekitar dalam membina peran serta dan tanggung jawab bersama terhadap pendidikan
6. Guru secara pribadi dan bersama -sama mengembangkan dan meningkatakan mutu dan martabat profesi
7. Guru memelihara hubunmgan seprofesi semangat kekeluargaan dan kesetiakawanan sosial
8. Guru secara bersama_sama memelihara dan meningkatkan mutu organisasi PGRI sebagai srana perjuangan dan pengabdian
9. Guru melaksanakan segala kebijakan Pemerintah dibidang pendidikan

SEJARAH OLAHRAGA




A.Pendidikan jasmani pada zaman prasejarah
Bangsa primitif yang hidup zaman prasejarah tidak meninggalkan bekas-bekas yang tertulis atau terlukis.Namun secara tidak disadari mereka meninggalkan bekas-bekas dan kehidupan sehari-hari yang terdapat pada lapisan stratigrafic dalam tanah berupa bekas tongkat bata yang yang dipertajam, cawat dari kulit binatang,dsb sehingga para ilmuan dapat menarik kesimpulan cara-cara hidup mereka dan tingkat kebudayaannya.
Perkembangan sejarah menurut para ilmuan
1.Zaman Eoliticum (periode I)
manusia berbulu seluruh bagian badan manusia ditumbuhi bulu,bertelanjang bulat berkeliaran bersama binatang-binatang,mencari makanan mentah,tidur tanpa atap,menggunakan dahan kayu dan batu untuk melindungi mempertahankan diri dan mereka selalu hidup dalam kecemasan akan keselamatan dirinya
2.zaman Paleolitikum ( periode II)
Terkenal dengan sebutan abad batu lama manusia masuh tetap berkeliaran tak menentu mencari kebutuhan hidupnya tetapi sudah ada kemajuan antara lain,
a. sudah mencari tempat tinggal digua-gua atau tempat berlindung
b. menutup tubuhnya dengan kulit binatang yangtelha dikeringkan
c. menemukan api untuk memasak makanan
d. mulai membuat alat-alat sederhana
3. Zaman Neulitikum (periode III)
Terkenal dengan sebutan batu baru
a. Manusia mulai menggunakan alam untuk kehidupannya
b. Menyimpan bahan makanan untuk masa depan
c. Membuat panah untuk alat berburu dan mempertahankan diri
d. Mulai bercocok tanam dan memelihara ternak
e.mereka tidak berkeliaran lagi

Bangsa Primitif belummempunyai pandangan filosofis tentang hidupnya, sebab segala aktivitasnya dicurahkan untuk mempertahankan hidupnya yaitu :
a. mencari makanan
b. mempertahankan diri
c. mempertahanakan jenis
Dalam ketiga faktor diatas mereka sangat tergantung efesiensi jasmaninya, sehinnga pendidikan dan kebudayaan sangat dipengaruhi oleh kejasmaniannya.
Yang dimaksud dengan efisiensi jasmani adalah kekuatan serta keterampilannya untuk mengatasi sesuatu,sehingga kedua hal inilah yang dipentingkan dalam pendidikan jasmani
sebagai contoh
1. Upacara kedewasaan anak-anak dalam dalam bermain menirukan tingkah laku orang tuanya sehari -hari dalam mempertahankan hidup
2. Masa percobaan Anak dilepas ke dalam hutan dan baru diperkenankan kembali setelah hidup tanpa kawan dalam hutan selama 3 bulan atau bila telah membawa kepada seekor binatang buas
3. Anak dilepas dengan perahu di daerah sungi aliran deras dan boleh pulang apabila dapat menempuh aliran tersebut atau dapat menangkap sejenis atau beberapa jenis ikan
4. Suku lain menganggap anaknya sudah dewasa, apabila dapat membawa tengkorak dari suku lawannya untuk dipakai sebagia azimat
5. mengikuti orang tua/kakaknya untuk berburu,mencari ikan atau berperang sebagai syarat masa percobaan
6. mempertinggi keterampilan dalam tari-tarian diberbagai upacar ritual rekreaul.
kesimpulan :
Pada bangsa primitif pendidikan jasmani dan olahraga memegang peranan yang terpenting dalam kehidupan. Olahraga adalah hal yang utama pada bangsa primitif.

Sejarah Olahraga

sejarah olahraga(history of sport)
sejarah olahraga dapat mengajarkan kepada kita arti mengenai perubahan masyarakat dan mengenai olahraga itu sendiri.
olahraga sepertinya melibatkan kemampuan manusia yang dikembangkan dan dilatih untuk kepentingannya sendiri yang sejalan dilatih demi kegunaannya ini menunjukan bahwa olahraga itu mungkin sama tuanya dengan keberadaan manusianya sendiriyang memiliki tujuan dan adalah cara yang berguna untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam menaklukan alam dan lingkungan.

namunjika kita melihat jauh kebelakang bukit-bukti yang makin sedikit kurang mendukung

Prasejarah

Banyak penemuan modern di Perancis, Afrika dan Australia pada lukisan gua (lihat seperti Lascaux) dari jaman prasejarah yang memberikan bukti kebiasaan upacara ritual. Beberapa dari bukti ini berasal dari 30.000 tahun yang lampau, berdasarkan perhitungan penanggalan karbon. Lukisan/Gambar-gambar jaman batu ditemukan di padang pasir Libya menampilkan beberapa aktivitas, renang dan memanah. [1] (http://www.fjexpeditions.com/) Seni lukis itu sendiri adalah merupakan bukti pada ketertarikan pada keahlian yang tidak ada hubungannya dengan kemampuan untuk bertahan hidup, dan adalah bukti bahwa ada waktu luang untuk dinikmati. Ini juga membuktikan aktivitas non-fungsi lain seperti ritual dan sebagainya. Jadi, meskipun sedikit bukti yang secara langsung mengenai olahraga dari sumber-sumber ini, cukup beralasan untuk menyimpulkan bahwa ada beberapa aktivitas pada waktu itu yang berkenaan dengan olahraga.

Kapten Cook, saat ia pertama kali datang ke Kepulauan Hawaii, pada tahun 1778, melaporkan bahwa penduduk asli berselancar. Masyarakat Indian Amerika asli bergabung dalam permainan-permainan dan olahraga sebelum kedatangan orang-orang Eropa, seperti lacrosse, beberapa jenis permainan bola, lari, dan aktivitas atletik lainnya. Suku Maya dan Aztec yang berbudaya memainkan permainan bola dengan serius. Lapangan yang digunakan dahulu masih digunakan sampai sekarang.

Cukup beralasan untuk menyimpulkan dari sini dan sumber-sumber bersejarah lainnya bahwa olahraga memiliki akar yang bersumber dari kemanusiaan itu sendiri.

Sejarah Olahraga

Sejarah olahraga

SEJARAH OLAHRAGA (History of Sport)

Sejarah olahraga dapat mengajarkan kepada kita arti mengenai perubahan masyarakat dan mengenai olahraga itu sendiri.

Olahraga sepertinya melibatkan kemampuan dasar manusia yang dikembangkan dan dilatih untuk kepentingannya sendiri, yang sejalan dengan dilatih demi kegunaannya. Ini menunjukkan bahwa olahraga itu mungkin sama tuanya dengan keberadaan manusia itu sendiri, yang memiliki tujuan, dan adalah cara yang berguna untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam menaklukkan alam dan lingkungan.

Namun, jika kita melihat jauh ke belakang bukti-bukti yang makin sedikit kurang mendukung.

Isi [tutup] 1. Pra-Sejarah 2. Cina Kuno 3. Mesir Kuno 4. Yunani Kuno 5. Eropa dan perkembangan global

Prasejarah

Banyak penemuan modern di Perancis, Afrika dan Australia pada lukisan gua (lihat seperti Lascaux) dari jaman prasejarah yang memberikan bukti kebiasaan upacara ritual. Beberapa dari bukti ini berasal dari 30.000 tahun yang lampau, berdasarkan perhitungan penanggalan karbon. Lukisan/Gambar-gambar jaman batu ditemukan di padang pasir Libya menampilkan beberapa aktivitas, renang dan memanah. [1] (http://www.fjexpeditions.com/) Seni lukis itu sendiri adalah merupakan bukti pada ketertarikan pada keahlian yang tidak ada hubungannya dengan kemampuan untuk bertahan hidup, dan adalah bukti bahwa ada waktu luang untuk dinikmati. Ini juga membuktikan aktivitas non-fungsi lain seperti ritual dan sebagainya. Jadi, meskipun sedikit bukti yang secara langsung mengenai olahraga dari sumber-sumber ini, cukup beralasan untuk menyimpulkan bahwa ada beberapa aktivitas pada waktu itu yang berkenaan dengan olahraga.

Kapten Cook, saat ia pertama kali datang ke Kepulauan Hawaii, pada tahun 1778, melaporkan bahwa penduduk asli berselancar. Masyarakat Indian Amerika asli bergabung dalam permainan-permainan dan olahraga sebelum kedatangan orang-orang Eropa, seperti lacrosse, beberapa jenis permainan bola, lari, dan aktivitas atletik lainnya. Suku Maya dan Aztec yang berbudaya memainkan permainan bola dengan serius. Lapangan yang digunakan dahulu masih digunakan sampai sekarang.

Cukup beralasan untuk menyimpulkan dari sini dan sumber-sumber bersejarah lainnya bahwa olahraga memiliki akar yang bersumber dari kemanusiaan itu sendiri.

Cina Kuno

Terdapat artefak dan bangunan-bangunan yang menunjukkan bahwa orang Cina berhubungan dengan kegiatan yang kita definisikan sebagai olahraga di awal tahun 4000 SM. Awal dan perkembangan dari kegiatan olahraga di Cina sepertinya berhubungan dekat dengan produksi, kerja, perang, dan hiburan pada waktu itu.

Senam sepertinya merupakan olahraga yang populer di Cina zaman dulu. Tentunya sekarang juga, seperti keahlian orang Cina dalam akrobat yang terkenal secara internasional.

Cina memiliki Museum Beijing yang didedikasikan untuk subjek-subjek tentang olahraga di Cina dan sejarahnya. (Lihat Olahraga Cina, Museum )

Mesir Kuno

Monumen untuk Faraoh menunjukkan bahwa beberapa cabang olahraga diperhatikan perkembangannya dan dipertandingkan secara berkala beberapa ribu tahun yang lampau, termasuk renang dan memancing. Ini tidaklah mengejutkan mengingat pentingnya Sungai Nil bagi kehidupan orang Mesir. Olahraga yang lain termasuk lempar lembing, loncat tinggi, dan gulat. (Lihat referensi Olahraga Mesir Kuno) (http://www.us.sis.gov.eg/egyptinf/history/html/hisfrm.htm).) Lagi, keberadaan olahraga yang populer menunjukkan kedekatan dengan kegiatan non-olahraga sehari-hari.

Yunani Kuno

Banyaknya cabang olahraga sudah ada sejak jaman Kerajaan Yunani Kuno. Gulat, Lari, Tinju, lempar lembing dan lempar cakram, dan balap kereta kuda adalah olahraga yang umum. Ini menunjukkan bahwa Kebudayaan militer Yunani berpengaruh pada perkembangan olahraga mereka.

Pertandingan Olimpiade diadakan setiap empat tahun sekali di Yunani. Pertandingan tidaklah diadakan hanya sebagai even olahraga saja, tetapi juga sebagai perayaan untuk kemegahan individu, kebudayaan, dan macam-macam kesenian dan juga tempat untuk menunjukkan inovasi di bidang arsitektur dan patung. Pada dasarnya, even ini adalah waktu untuk bersyukur dan menyembah para Dewa-Dewa kepercayaan Yunani. Nama even ini diambil dari Gunung Olympus, tempat suci yang dianggap tempat hidupnya para dewa. Gencatan senjata dinyatakan selama Pertandingan Olimpiade, seperti aksi militer dan eksekusi untuk publik ditangguhkan. Ini dilakukan agar orang-orang dapat merayakan dengan damai dan berkompetisi dalam suasana yang berbudaya dan saling menghargai.

Eropa dan Perkembangan Global

Beberapa ahli sejarah- tercatat Bernard Lewis- Menyatakan bahwa olahraga beregu adalah penemuan Kebudayaan Barat. Olahraga individu, seperti gulat dan panahan, sudah dipraktekkan di seluruh dunia. Tetapi tradisi olahraga beregu, menurut para penulis ini, berasal dari Eropa, khususnya Inggris. (Ada catatan yang berlawanan- termasuk Kabaddi di India dan beberapa permainan bola Mesoamerica.) Olahraga mulai diatur dan diadakan secara berkala sejak Olimpiade Kuno sampai pada abad ini. Aktivitas yang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan makanan menjadi aktivitas yang diatur dan dilakukan untuk kesenangan atau kompetisi dalam skala yang meningkat, seperti berburu, memancing, hortikultur. Revolusi Industri dan Produksi massa menambahkan waktu luang, yang membolehkan meningkatnya penonton olahraga, berkurangnya elitisme dalam olahraga, dan akses yang lebih besar. Trend ini dilanjutkan dengan perjalanan media massa dan komunikasi global. Profesionalisme menjadi umum, lebih jauh meningkatkan popularitas olahraga. Ini mungkin kontras dengan ide murni orang Yunani, dimana kemenangan pada pertandingan dihargai dengan sangat sederhana, dan dihargai dengan daun zaitun. (Mungkin tidak hanya mahkota daun zaitun, beberapa penulis mencatat.)

Mungkin karena reaksi dari keinginan hidup kontemporer, terdapat perkembangan olahraga yang paling baik dielaskan dengan post-modern: extreme ironing sebagai contohnya. Juga ada penemuan baru di bidang olahraga petualangan dalam bentuk melepaskan diri dari rutinitas kehidupan sehari-hari, contohnya white water rafting, canyoning, BASE jumping dan yang lebih sopan, orienteering.

Lihat juga Nasionalisme dan olahraga

by anton borneo

« Older entries